Ekspresi Indah

January 15th, 2007 by yugantenx

Sabtu lalu saya hiking dengan 3 teman saya ke Tangkuban Parahu, kita start dari Jayagiri. Alhamdulillah, saya paling cakep.

Awal-awalnya sih semua semangat, hingga tiba saat mulai masuk hutan. Setelah lama berjalan, ko agak aneh ya.. dari tadi datar2 aja, ga ada nanjaknya. Jangan2 nyasar nih.. Semuanya sempet mikir gitu. Tapi akhirnya kita menemukan jalan menanjak juga.. Alhamdulillah..

Medan menanjak ini ternyata luar biasa, jalurnya lurus dan tanahnya rada gembur. Wow…!! Setelah 1 jam perjalanan, salah seorang temen sempet pesimis kalo kita bener2 nyasar dan minta pengen turun lagi, balik ke tempat awal. Saat itu kita udah lumayan jauh dari tempat awal nanjak..

Tapi kalo saya sendiri justru optimis, Tangkuban Parahu tuh kan gunung, jalannya pasti nanjak. Meskipun di hadapan ada jalan menanjak, saya yakin kalo kita menempuh jalan yang benar. Saya yakin setelah tanjakan ini berakhir kita bakalan nyampe ke tujuan. Ya, sekalipun ga menemukan kawah, paling ngga kita bisa kembali lagi ke tempat awal dengan mudah, cuma menuruni jalan yang kita lalui sebelumnya.

Saya coba berbicara dengan teman saya yang pesimis, ‘Ko kamu ga semangat sih? Biasanya kan semangat. Dulu malah kamu yang nyemangatin saya buat ngerjain TA. Kita terusin aja, sayang kalo kita kembali lagi.

Terus kita meneruskan perjalanan meskipun beberapa orang mendaki dengan mimik kelelahan.

Setelah beberapa menit, akhirnya kita semua nyampe juga di puncaknya. Meskipun yang terlihat cuma hutan. Kita terus aja jalan sampe akhirnya mencium bau belerang (Sebetulnya saat itu saya kentut, cuma ketutupan bau belerang. hihi.. )

Waktu sampe di pinggir kawah, semuanya bahagia. Senangnya melihat ekspresi2 orang yang mendapatkan sesuatu yang sudah lama dinanti. Apalagi melihat ekspresi orang yang sangat berharga bagi kita.

Ya Allah, indah sekali ekspresi itu.. Alhamdulillah..

Hmmm. Udah ganti taun ya…

December 31st, 2006 by yugantenx

Edisi curhat (bermartabat)..

Tanggal 30 desember 2006 saya di rumah sambil tiduran (abis ngoprek komputer, pusing).. Entah kenapa sempet kepikiran taun baru, padahal biasanya ga pernah. Taun baru mah nothing special sih.. =P Ntahlah, tapi semakin bertambah usia, semakin terasa kalo waktu tuh cepat berlalu.

Kayanya belum lama saya pergi ke pameran buku di Sabuga.. Perasaan baru kemaren saya jalan2 ke Situ Lembang.. Belum lama deh saya dapet honor admin pertama.. Nampak baru tadi malam saya melihat keindahan kota Bandung..

Hmm. mungkin inilah yang dimaksud relatifitas waktu oleh Einstein.. Mungkin pengaruh perasaan juga ya. Kalo kata orang sih kan, waktu tidak akan terasa jika kita menjalaninya dengan senang hati. Mun ceuk urang bule mah ‘A hour seems to be a second if you are talking to a beautiful woman‘..

Melihat ibu saya, saya baru sadar kalo waktu tuh memang benar2 berlalu. Sekarang rambut ibu saya sudah memutih. Ternyata saya sudah merepotkan ibu saya selama 22 tahun. Sama dengan ayah saya yang sabar memimpin keluarga selama itu juga.

Yah, mungkin ini termasuk dalam relatifitas waktu juga. Demi sesuatu yang dianggap berharga, seseorang rela memberikan apapun dengan ikhlas. Tentu saja dengan hati yang senang waktu tidak terasa berlalu bukan?

22 tahun… Apa saja yang sudah saya lakukan? Hmmm… belum banyak nih.. Ngapain aja ya saya selama ini?! Maen2 aja..?? Gimana mau mengubah keadaan, wong mengubah keadaan sendiri saja ngga bisa. Kalo kata pepatah sih ‘Bagaimana seseorang bisa memberikan sesuatu yang tidak dimilikinya kepada orang lain‘. Emang bener juga sih..

Ya sudahlah kalo memang sudah terjadi, sekarang bukan saatnya mempermasalahkan masa lalu. Persiapkan saja ke depannya seperti apa. Toh, penyesalan sedalam apapun tidak akan mengubah masa lalu, tapi bisa mengubah masa depan, bukan hanya di dunia, tapi juga sampai ke akhirat.

Pernikahan

December 25th, 2006 by yugantenx

Mumpung kasus poligami udah ga terlalu panas, jadi pengen ngomong nih. Telat juga gpp lah ya.. ;P

Mulai dari pernikahan aja ya..

Pernikahan buat saya pribadi adalah sesuatu yang sangat penting, karena arti pernikahan tidak hanya terbatas bertemunya 2 hati saja, ada yang lebih penting dari itu. (Apa coba? Saya juga masih mencari.. ;P) Apalagi jika sudah punya anak, tanggungjawab akan menjadi lebih besar. Tentu saja tanggungjawab ini lebih besar daripada zarah, pasti ditanya di akhirat.

Saya heran melihat beberapa orang di TV yang bercerai tidak lama setelah pernikahannya. Apakah mereka menikah cuma untuk bercinta saja, atau cuma pengen sex legal saja? Sayang sekali kalo cuma itu tujuannya.. Bahkan ada juga orang yang sudah beberapa kali bercerai (tentu saja beberapa kali menikah juga). Apakah ia cuma menyeleksi saja sampai mendapatkan pasangan yang ideal. Hmmm.. mungkin perlu dilihat lagi pernyataan "tidak ada pasangan ideal" ada benarnya juga. Sekalipun kita mendapatkan pasangan yang menyenangkan hati, ada kalanya pasangan kita membuat hati kita tidak enak. Jika kita hanya mengikuti emosi, tentu saja akan sering terjadi pertengkaran dan bukan tidak mungkin ujung-ujungnya perceraian. Bukankah perceraian itu dibenci Allah?

Sejak bangku sekolah dasar (kalo ga salah), kita sudah mengenal yang namanya toleransi dari pelajaran PMP/PPKn. Mungkin nanti harus baca-baca lagi tentang bab ini setelah menikah. Percaya deh.. (meskipun saya belum menikah, tapi yang ini bener)

Pernikahan seharusnya bisa membuat orang menjadi semakin semangat menjemput ridho Allah. Bagaimana tidak, dengan pendamping hidup yang menyenangkan hati pasti bakal bikin hidup yang singkat ini jadi lebih hidup. Tentu saja dengan adanya pernikahan, hati kita tetap untuk Allah, karena manusia diciptakan untuk mengabdi kepada penciptanya. Bukan berarti hati kita tidak boleh untuk pasangan kita, namun itu ada di urutan ke sekian. Hati kita yang pertama hanya untuk Allah.

Ironis melihat sinetron yang mengisahkan percintaan 2 manusia yang menonjolkan rasa cinta pada pasangan terlalu berlebihan. Seakan-akan hidupnya hanya untuk pasangannya saja. Tidak jarang disebutkan "Aku rela mati untukmu, sayang". Hmmmm….. Seandainya dia diseru untuk berjihad apakah dia akan mengucapkan kata yang sama? Seandainya dia mati demi pasangannya, apakah dia akan mendapatkan ‘akhir’ yang baik? Wallahualam.

Mudah-mudahan di akhir hayat kita, dalam hati kita cuma ada Allah, bukan dunia..

Nyambung ke poligami nih..

Heran juga kenapa waktu Aa Gym menikah lagi, sangat digembor2kan di televisi, bahkan masuk infotainment. Apakah karena Aa Gym seorang ahli agama? Bukankah poligami itu diperbolehkan oleh Allah (dengan syarat tertentu)? Yang lebih mengherankan lagi, ada beberapa orang yang mengusulkan agar dibuat undang-undang tentang poligami sebagai perlindungan terhadap wanita. Tentu saja tindakan ini dipicu oleh Aa Gym yang melakukan poligami. Mungkin yang bersangkutan khawatir seandainya jejak Aa Gym diikuti oleh bapak-bapak seantero Indonesia.

Yang lebih mengherankan lagi adalah kasus YZ dan ME. Mereka jelas2 udah melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Hukumannya adalah rajam (mati), tapi bukan ditindaklanjuti malah dicari "Siapa yang menyebarkan videonya". Lah, gimana akhlak bangsa ini bisa jadi lebih baik, wong di tengah kemaksiatan masih melakukan pembenaran dan mencari2 alasan. Infotainment dengan cuek saja menayangkan berita ini siang hari. Apakah mereka tidak (mau) tahu bahwa ada anak2 yang sedang menonton TV pada saat itu?

Menurut Anda, mana yang lebih urgent untuk ditindaklanjuti, kasus YZ dan ME atau pernikahan Aa Gym? Atau malah keberadaan infotainment di Indonesia? ;P

Ada Maunya =? Ikhtiar

December 11th, 2006 by yugantenx

Saya pernah mendengar seorang wanita yang menceritakan tentang seorang pria yang baik kepada dirinya. Namun perkataannya ditepis oleh orang yang mengatakan bahwa pria itu baik karena ada maunya.

Dari pengamatan saya, istilah ‘baik karena ada maunya‘ terkesan sangat emosional. Mungkin kebaikan seseorang itu dirasa berlebihan atau tidak seperti biasanya. Tentu saja ini mempunyai makna yang negatif.

Sebenarnya kalo dilihat dari sisi lain, saya melihat sesuatu yang sangat berbeda, bukan bermakna negatif lagi namun bermakna positif. Seseorang bisa berbuat lebih untuk sesuatu yang dianggap berharga. Tidak seperti untuk hal lain yang biasa-biasa saja, ia akan berusaha lebih keras, memberi perhatian dan pengorbanan lebih untuk sesuatu yang berharga. Ini sangat wajar dan manusiawi. Bukankah usaha itu adalah bagian dari ikhtiar? Jika memang demikian, maka hukumnya menjadi wajib.

Namun tidak sesederhana itu, dalam ikhtiar tentu saja harus pasrah kepada Yang Maha Memutuskan. Bukan hanya berusaha dan berdoa agar keinginannya terkabul, tapi harus berharap mendapatkan yang terbaik karena bisa jadi yang kita inginkan bukan yang terbaik bagi kita, namun bisa jadi sesuatu yang tidak kita inginkan adalah yang terbaik bagi kita.

 

Mudah-mudahan kita tidak hanya terjebak di satu paradigma saja. Jika kita tidak melihat keindahan di suatu paradigma, mungkin kita bisa melihat sebuah keindahan di paradigma lain. Hanya membutuhkan sebuah keinginan untuk melihat sesuatu dari paradigma yang berbeda-beda. Semoga Allah menunjukkan kita jalan yang lurus sehingga kita tidak terjebak dalam paradigma yang salah.

CMIIW

Semoga Allah memberikan kita kesabaran seandainya keinginan kita tidak sesuai dengan kehendak Allah Yang Maha Indah.

Manusia

December 7th, 2006 by yugantenx

Jika dilihat dari sisi manusia, kemudian bergerak menuju Tuhan, maka terasa betapa merepotkannya Tuhan. Dengan segala perintahNya yang seabreg dan laranganNya yang juga mengekang kesenangan di dunia.

Sholat, terasa berat di waktu Subuh, lebih nikmat berada di tempat tidur. Waktu Dhuhur, mendingan kan dipake buat aktifitas. Waktu Ashar pasti enak dipake buat istirahat. Maghrib enak buat kumpul bareng keluarga. Kalo Isya kayanya lebih asyik dipake tidur.

Ngapain juga cape2 puasa, mendingan tetep makan. Energi tetep ada buat aktifitas.

Zinah, ngapain dilarang sih, orang fun ko dilarang..?!

Kalo dilihat dari Tuhan, kemudian bergerak menuju manusia, terlihatlah sebuah kebenaran. Manusia adalah pembangkang, manusia tidak pernah bersyukur, manusia tempat melakukan kesalahan.. Di sini terlihat pula betapa Maha Penyayangnya Allah, Maha Pengasih, Maha Tinggi, Maha Memberi Penangguhan.

Saya pernah membaca sebuah buku yang di dalamnya menyinggung tentang pengabdian makhluk kepada tuhannya. Di buku itu disebutkan bahwa pengabdian makhluk kepada tuhannya itu tanpa syarat. Apapun perintah tuhannya wajib dilaksanakan. Di sana tertulis ‘Ya Allah, aku tidak akan berjanji untuk mengulangi dosaku. Tapi aku berharap semoga aku mati sebelum aku mengulangi dosa yang telah kuperbuat.‘ Saya pribadi tidak menganjurkan untuk berdoa seperti ini, karena Allah Maha Pengampun, minta saja pengampunan dengan sepenuh hati, pasti akan diampuni Allah. Sebenarnya yang menarik perhatian saya dari kata-kata ini adalah betapa besar pengabdian seorang hamba kepada tuhannya. Di suatu khotbah Jumat saya pernah mendengarkan ‘Ya Allah, berikanlah aku kebaikan, meskipun kebaikan itu adalah air mata bagiku.‘ Saya juga tidak menganjurkan doa ini. Menurut saya, lebih baik berdoa ‘Ya Allah berikanlah aku kebaikan yang menyenangkan hati di dunia dan di akhirat .‘ Tidak sulit bagi Allah untuk mengabulkan doa ini. Minta saja!

Allah memerintahkan manusia sholat bukan tanpa sebab. Mengapa sholat harus 5 kali sehari, kenapa sholat Subuh dan Magrib hanya punya jatah waktu sedikit mendekati hari yang terang? (Saya juga ga tau euy… =P) Yang pasti, Allah memerintahkan sholat karena sholat itu adalah kebutuhan manusia. Tidak mungkin Allah menzalimi makhlukNya. Demikian pula puasa. Semua yang diperintahkan Allah itu adalah keperluan manusia.

Allah melarang zinah bukan tanpa sebab pula. Terus terang, soal zinah ini menarik buat saya. Meskipun zizi tapi ngeunah.. Hmmmm…. bukan itu.. Kalo saya perhatikan, soal zinah ini mendapat penekanan yang besar dalam Islam (CMIIW) dibandingkan dosa2 yang lain. Hal ini bisa dilihat dari dilarangnya apapun yang menuju kepada zinah. Mulai dari membuka aurat kepada bukan muhrimnya, tidak menahan pandangan, memakai wewangian di depan laki2 (buat wanita), sampai2 tidur telungkup (buat laki2) pun dilarang (Cara tidur seperti ini bisa menimbulkan tekanan pada kemaluan sehingga bisa menimbulkan syahwat). Terlihat bagaimana Allah menghindarkan manusia dari zinah. Luar biasa bukan?

Bagaimana hukum bagi orang yang melakukan zinah? Rajam (mati).. Wallahualam kenapa pelaku zinah harus dihukum mati.. (CMIIW)

Bagaimanapun juga, manusia membutuhkan Allah, kapanpun, dimanapun. Tidak mungkin darah manusia mengalir tanpa kehendak Allah. Tidak mungkin impuls saraf mengalir tanpa kehendak Allah. Bagaimanapun, manusia butuh Allah. Allah mengatur segala keperluan manusia, dan keputusanNya mutlak. Subhanallah, manusia yang selalu membangkang tetap diatur kebutuhannya oleh Allah dan ditangguhkan pembalasannya. Maha Suci Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha Memberi Penangguhan.

Semua ini adalah hasil pencarian dan pemikiran saya dalam rangka mengoptimalkan akal yang diberikan Allah. Tentu saja saya berusaha untuk tidak keluar jalur, yaitu tetap pada hukum yang ditetapkan Allah. Seandainya ada yang benar dari tulisan ini itu berasal dari Allah, namun seandainya ada yang salah itu dari saya pribadi. Mohon koreksinya. =)

Renungan

October 10th, 2006 by yugantenx

Subhanallah, Allah menciptakan segala sesuatu dengan tidak ada sedikit pun kesia-siaan pada ciptaannya. Malaikat diciptakan hanya untuk mengerjakan apa yang diperintahkan Allah padanya. Binatang diciptakan hanya untuk mengikuti nalurinya saja. Setan menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus. Tapi manusia, subhanallah, adalah makhluk paling mulia dan sempurna yang memiliki ruh ilahiyah yang ditiupkan ke dalam tubuhnya ketika berusia 4 bulan di dalam rahim ibunya. Inilah yang membuat manusia menjadi makhluk paling mulia, karena memiliki ruh ilahiyah. Di dalam ruh ilahiyah ini terkandung sifat-sifat Allah diantaranya adalah penyayang (Ar-rohiim), pengasih (Ar-rahmaan), kebijaksanaan. Tidaklah mengherankan jika seorang ibu sangat menyayangi (rahmaan) anaknya atau seseorang mencintai pasangannya. Semua ini karena manusia memiliki RUH ILAHIYAH. Seandainya rasa cinta (rohiim) tidak ditanamkan ke dalam dada manusia, niscaya manusia tidak akan pernah merasakan cinta.

Ruh ilahiyah-lah yang menyebabkan seluruh malaikat bersujud kepada Adam. Sebenarnya malaikat bersujud kepada ruh ilahiyah yang ada pada Adam. Berbeda dengan iblis, ia memandang Adam bukan karena ruh ilahiyah yang terkandung pada Adam, ia hanya melihat ‘bahan baku’ Adam (lumpur hitam) yang ia rasa tidak lebih mulia daripada ‘bahan baku’ iblis (api) sehingga ia tidak mau bersujud kepada Adam.

Allah menciptakan suatu ‘bagian’ dari hati manusia yang bisa menimbulkan rasa waswas, bagian yang menjadi target setan dalam menggoda manusia, bagian yang menimbulkan suatu keinginan untuk berbelok dari jalan-Nya yang lurus. Godaan setan ini amat halus, gaib, tidak terasa datangnya, tahu-tahu jadi kepingin. Inilah godaan setan!! Saya yakin Anda yang membaca tulisan ini adalah manusia dan pernah merasakan rasa waswas dalam dada. Ada orang yang sudah bisa menanggulanginya dan ada yang belum. Seseorang yang belum bisa menahan godaan setan mungkin harus mengalami proses penggemblengan terlebih dahulu. Namun orang yang sudah bisa menahan godaan setan harus membentengi diri lebih kuat lagi, karena godaan setan tidak akan pernah berhenti selama manusia hidup, bahkan saat sakaratul maut. Setan akan berhenti menggoda manusia setelah nyawa sudah terlepas dari tubuhnya. Hati-hati, salah satu penyakit hati yang dibisikkan setan ke dalam dada manusia yang bertakwa adalah penyakit BERBANGGA DIRI.. Semoga Allah melindungi kita dari godaan setan dan dari kejahatan hawa nafsu manusia.

Salah satu kesalahan yang dilakukan orang Indonesia adalah membuat anak kecil takut oleh setan karena rupanya yang menyeramkan. Hal ini sangat berbahaya buat si anak karena bisa menyebabkan si anak beranggapan bahwa setan itu berwujud seram dan melupakan kebenaran bahwa sebenarnya setan menimbulkan rasa waswas di dalam hatinya. Dengan demikian, si anak tidak memperhatikan kehadiran setan dalam hatinya. Inilah pola pendidikan yang seharusnya dihapuskan dari muka bumi dan alam semesta, pola penipuan terhadap anak agar si anak menurut pada orang tuanya.

Setiap orang seharusnya mengenal setan agar ia tahu kapan, di mana, bilamana, dan bagaimana setan membisikkan kejahatan ke dalam hatinya. Bukan hanya sekadar tahu saja, tapi mengenali sampai ke taraf yang sangat detail. Sangatlah penting untuk mengenal setan lebih jauh, bukan untuk dijadikan teman baik, tapi untuk dihindari. Mungkin peribahasa Indonesia yang berbunyi ”Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” tidak berlaku di sini. Ubah saja menjadi ”Tak kenal maka tak benci, tak benci maka tak bisa menjauhi”.

Salah satu anugerah Allah yang diberikan kepada manusia adalah akal. Dengan adanya akal, manusia bisa berpikir dan membedakan yang baik dan buruk. Setiap manusia PASTI dilahirkan ke dunia ini karena mempunyai tugas masing-masing. Tidak mungkin Allah menciptakan manusia di bumi ini hanya untuk "ngaramekeun wungkul, meh haneuteun". Hal ini seharusnya direnungkan dan diketahui oleh semua manusia karena tidak pernah Allah menghendaki sesuatu yang sia-sia. Inilah filsafat hidup yang paling dasar yang harus diketahui semua manusia.

Mungkin bukan sesuatu yang memicu kita untuk berpikir mengapa kita mempunyai tangan, mengapa jumlahnya ada dua, mengapa kepala cuma satu. Seperti tertulis dalam Al-Qur’an, pada setiap ciptaan Allah terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikir. Kata-kata seperti ini tertulis berulang-ulang dalam Al-Qur’an, hal ini menandakan bahwa pentingnya manusia untuk berpikir.

Akal mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kehidupan manusia. Manusia yang kehilangan akal (tidur, gila) tidak akan mendapatkan dosa selama ia kehilangan akal. Ia hanya bisa mengikuti nalurinya saja. Bayangkan, jika ada seseorang yang gila sejak ia belum baligh, di Padang Masyhar nanti ia tidak akan dihisab. Subhanallah, betapa tinggi kedudukan anugerah-Mu ini..

Satu-satunya makhluk yang bisa mengubah keadaan di dunia fana ini hanya manusia. Makhluk-makhluk lain di dunia fana ini tunduk kepada Allah dan melalui makhluk-makhluk inilah Allah mengatur keseimbangan alam ini. Cuma manusia yang bisa melakukan perubahan keseimbangan alam semesta ini, menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Mengapa? Apakah karena manusia mempunyai akal? Atau karena manusia memiliki ruh ilahiyah? Mari kita merenung.. ;)

Pada dasarnya, manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Meskipun demikian, timbul pertanyaan, "Mengapa manusia harus beribadah di dunia kasar sedangkan jin beribadah di alam gaib? Tugas apa yang harus dilakukan manusia di dunia kasar yang ini?! Kenapa manusia dan jin tidak diciptakan dalam satu alam saja?" Mari kita merenung lebih dalam lagi untuk mengetahui jawabannya, karena saya sendiri belum tau jawabannya.. ;)