Subhanallah, Allah menciptakan segala sesuatu dengan tidak ada sedikit pun kesia-siaan pada ciptaannya. Malaikat diciptakan hanya untuk mengerjakan apa yang diperintahkan Allah padanya. Binatang diciptakan hanya untuk mengikuti nalurinya saja. Setan menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus. Tapi manusia, subhanallah, adalah makhluk paling mulia dan sempurna yang memiliki ruh ilahiyah yang ditiupkan ke dalam tubuhnya ketika berusia 4 bulan di dalam rahim ibunya. Inilah yang membuat manusia menjadi makhluk paling mulia, karena memiliki ruh ilahiyah. Di dalam ruh ilahiyah ini terkandung sifat-sifat Allah diantaranya adalah penyayang (Ar-rohiim), pengasih (Ar-rahmaan), kebijaksanaan. Tidaklah mengherankan jika seorang ibu sangat menyayangi (rahmaan) anaknya atau seseorang mencintai pasangannya. Semua ini karena manusia memiliki RUH ILAHIYAH. Seandainya rasa cinta (rohiim) tidak ditanamkan ke dalam dada manusia, niscaya manusia tidak akan pernah merasakan cinta.
Ruh ilahiyah-lah yang menyebabkan seluruh malaikat bersujud kepada Adam. Sebenarnya malaikat bersujud kepada ruh ilahiyah yang ada pada Adam. Berbeda dengan iblis, ia memandang Adam bukan karena ruh ilahiyah yang terkandung pada Adam, ia hanya melihat ‘bahan baku’ Adam (lumpur hitam) yang ia rasa tidak lebih mulia daripada ‘bahan baku’ iblis (api) sehingga ia tidak mau bersujud kepada Adam.
Allah menciptakan suatu ‘bagian’ dari hati manusia yang bisa menimbulkan rasa waswas, bagian yang menjadi target setan dalam menggoda manusia, bagian yang menimbulkan suatu keinginan untuk berbelok dari jalan-Nya yang lurus. Godaan setan ini amat halus, gaib, tidak terasa datangnya, tahu-tahu jadi kepingin. Inilah godaan setan!! Saya yakin Anda yang membaca tulisan ini adalah manusia dan pernah merasakan rasa waswas dalam dada. Ada orang yang sudah bisa menanggulanginya dan ada yang belum. Seseorang yang belum bisa menahan godaan setan mungkin harus mengalami proses penggemblengan terlebih dahulu. Namun orang yang sudah bisa menahan godaan setan harus membentengi diri lebih kuat lagi, karena godaan setan tidak akan pernah berhenti selama manusia hidup, bahkan saat sakaratul maut. Setan akan berhenti menggoda manusia setelah nyawa sudah terlepas dari tubuhnya. Hati-hati, salah satu penyakit hati yang dibisikkan setan ke dalam dada manusia yang bertakwa adalah penyakit BERBANGGA DIRI.. Semoga Allah melindungi kita dari godaan setan dan dari kejahatan hawa nafsu manusia.
Salah satu kesalahan yang dilakukan orang Indonesia adalah membuat anak kecil takut oleh setan karena rupanya yang menyeramkan. Hal ini sangat berbahaya buat si anak karena bisa menyebabkan si anak beranggapan bahwa setan itu berwujud seram dan melupakan kebenaran bahwa sebenarnya setan menimbulkan rasa waswas di dalam hatinya. Dengan demikian, si anak tidak memperhatikan kehadiran setan dalam hatinya. Inilah pola pendidikan yang seharusnya dihapuskan dari muka bumi dan alam semesta, pola penipuan terhadap anak agar si anak menurut pada orang tuanya.
Setiap orang seharusnya mengenal setan agar ia tahu kapan, di mana, bilamana, dan bagaimana setan membisikkan kejahatan ke dalam hatinya. Bukan hanya sekadar tahu saja, tapi mengenali sampai ke taraf yang sangat detail. Sangatlah penting untuk mengenal setan lebih jauh, bukan untuk dijadikan teman baik, tapi untuk dihindari. Mungkin peribahasa Indonesia yang berbunyi ”Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” tidak berlaku di sini. Ubah saja menjadi ”Tak kenal maka tak benci, tak benci maka tak bisa menjauhi”.
Salah satu anugerah Allah yang diberikan kepada manusia adalah akal. Dengan adanya akal, manusia bisa berpikir dan membedakan yang baik dan buruk. Setiap manusia PASTI dilahirkan ke dunia ini karena mempunyai tugas masing-masing. Tidak mungkin Allah menciptakan manusia di bumi ini hanya untuk "ngaramekeun wungkul, meh haneuteun". Hal ini seharusnya direnungkan dan diketahui oleh semua manusia karena tidak pernah Allah menghendaki sesuatu yang sia-sia. Inilah filsafat hidup yang paling dasar yang harus diketahui semua manusia.
Mungkin bukan sesuatu yang memicu kita untuk berpikir mengapa kita mempunyai tangan, mengapa jumlahnya ada dua, mengapa kepala cuma satu. Seperti tertulis dalam Al-Qur’an, pada setiap ciptaan Allah terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikir. Kata-kata seperti ini tertulis berulang-ulang dalam Al-Qur’an, hal ini menandakan bahwa pentingnya manusia untuk berpikir.
Akal mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kehidupan manusia. Manusia yang kehilangan akal (tidur, gila) tidak akan mendapatkan dosa selama ia kehilangan akal. Ia hanya bisa mengikuti nalurinya saja. Bayangkan, jika ada seseorang yang gila sejak ia belum baligh, di Padang Masyhar nanti ia tidak akan dihisab. Subhanallah, betapa tinggi kedudukan anugerah-Mu ini..
Satu-satunya makhluk yang bisa mengubah keadaan di dunia fana ini hanya manusia. Makhluk-makhluk lain di dunia fana ini tunduk kepada Allah dan melalui makhluk-makhluk inilah Allah mengatur keseimbangan alam ini. Cuma manusia yang bisa melakukan perubahan keseimbangan alam semesta ini, menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Mengapa? Apakah karena manusia mempunyai akal? Atau karena manusia memiliki ruh ilahiyah? Mari kita merenung..
Pada dasarnya, manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Meskipun demikian, timbul pertanyaan, "Mengapa manusia harus beribadah di dunia kasar sedangkan jin beribadah di alam gaib? Tugas apa yang harus dilakukan manusia di dunia kasar yang ini?! Kenapa manusia dan jin tidak diciptakan dalam satu alam saja?" Mari kita merenung lebih dalam lagi untuk mengetahui jawabannya, karena saya sendiri belum tau jawabannya..